Jumat, 22 Juni 2012

ALL OF MY WORKS FROM 2006 TO 2012


I live in a country that does not well appreciate the art works. A country that wasted a lot of artistic and cultural heritage of our ancestors. A country that now upholds a materialistic culture, and consumerism. It is ironic I'm lucky to be alive for 7 years in the world of filmmaking in my country.
I started to make film for fun with style, to the serious and start profesianal lately. I think with love and sincere in my work I can make the world a better place, at least in my own world. Below is a journey my career from 2006 to present. 
Regards, Dimas Arisandi.


SHORT FILM'S :

1. MALAM BOTAK
A short film which tells the story of two street children friendship that ended tragically. This is my first experience as A film director.
Produced @2007 in Yogyakarta Indonesia.


2. DI DALAM TUBUH YANG KUAT TERDAPAT ANU YANG SEHAT
This short comedy films is about a Bataknese young man who would propose a Javanese woman, but there is one condition demanded of the woman's family before marrying their daughter. Condition was very serious for the young man. whether that requirement?
This film also directed by me.
Produced by Sarangide Production @2008 Yogyakarta, Indonesia.


3. PUTIH
This short film is a real portrait of Indonesian legislative elections of 2009. Directed by Me.
Multiplot production @ 2009 in Indonesia.



4. The Paranoids (Bom Makan Otak)

A short film about two best friends which lives at Yogyakarta, Indonesia. One day they surprised by one package which are sent without espoused by its consigner identity. Accidentally there is news which circulates about bomb threat by terrorist around their home . eventually all the events on that day made their friendship on the verge of collapse.
Achievement :
1. The Best Film ( S.Cream 4th Independent Film Festival 2010 ).
2. The Best Story Idea ( S.Cream 4th Independent Film Festival 2010 ).
3. The Best Film Nomination ( Asian-Africa International Film Festival 2010 ).
4. Film Finalist (Indonesian-Salatiga Film Festival 2012).


Production Team :
Screenplay : Crizthy, and Dimas Arisandi.
Director : Dimas Arisandi.
Producer : Crizthy.
Executive Producer : Yusmita A Latif (Mita Ketawa).
Cinematography : Mandela Majid P.
Sound Designer : I Wayan Nain Febri.
Art Director : M. Arfi Mustakim.
English Subtitle : Jimmy Marcos Imanuel.


Shot take on Canon Xl1.
Produced by Sarangide Production @2010. Yogyakarta, Indonesia.








FEATURE FILM :
1. ILIR _ILIR

This is an Official trailer for the movie "ilir ilir". 
A film interpretation of the meaning and spirit of re-embodied in the poetry song "ilir ilir". Songs that were popular at the time of the early spread of Islam in Indonesia.Shots take on Canon eos 550d kit lens + 50mm Nikkor lens + Unified Magiclantern + Cinestyle picture profile.Location : Demak, Jawa tengah, Indonesia.Script writer, Director, and Editor : Dimas Arisandi.Production : Sarangide Production @ 2012.





 DOCUMENTARY FILM:

1. MEMAYU HAYUNING BAWANA
2 years before passway, Ki Sigit Sukasman a puppet show maestro share ideas and complains all through this film ... I hope he rest in there ....
Directed by Me. Produced by SarangIde Production @2010 Indonesia.





EKSPERIMENTAL VIDEO :

1. VISIT DEMAK 2012
An experimental video to promote tourism in the City of Demak. Partly taken from an independent film made by my own. Shooting in Demak, Central Java, Indonesia @2012.


2. WAYS OF ROCK N ROLL.
Video Experimental that showned a lot spirit of life in a old man.
Bantul, Indonesia @ 2010

Minggu, 19 Februari 2012

SINOPSIS MAEMUNAH





Judul              :MAEMUNAH.
Format             :Film cerita panjang/ film bioskop.
Estimasi Durasi    :2 jam(+-)
Ide cerita         :Dimas Arisandi.
Penulis naskah     :Dimas Arisandi.
Keunggulan cerita  :Diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup mendiang nenek sang penulis cerita.

Sinopsis            :
 Film ini berkisah tentang perjalanan hidup seorang perempuan berdarah cina bernama “幸運的女dibacaXìngyùn de nǚhái” yang berarti gadis yang beruntung. Setelah diangkat anak oleh seorang saudagar Keturunan Arab yang tinggal di kota Jambi (Indonesia), namanya diubah menjadi “MAEMUNAH” yang berarti gadis yang kuat dan tabah.
Maemunah dilahirkan sekitar tahun 1902 di sebuah kota pelabuhan dipinggir laut negara Cina. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara di keluarga nelayan yang miskin. Pada masa itu di negara cina berlaku azas patrialkat yang sangat kuat bahkan muncul sebuah Mitos “anak perempuan adalah pembawa sial, anak laki-laki pembawa keberuntungan”, oleh sebab itu Maemunah dan kakak pertamanya yang juga perempuan menjalani hidup sehari-hari bagaikan di Neraka. Mereka diperlakukan tidak pantas oleh semua orang di lingkungannya  tidak terkecuali ayahnya yang sering bertindak kasar kepada mereka. Untunglah ibu mereka selalu menyayangi mereka dengan tulus, walaupun ia selalu berpura-pura “jahat” ketika ayah mereka pulang dari “melaut”. Ayah Maemunah selalu merendahkan dia dan kakaknya; menganggap kesialan keluarga terjadi gara-gara mereka adalah perempuan. Setelah adik laki-lakinya lahir hal itu sedikit berkurang, perhatian bapaknya selalu tertuju kepada adiknya.
Bapak Maemunah semakin percaya akan Mitos “anak perempuan adalah pembawa sial, anak laki-laki pembawa keberuntungan”, dengan kemenangannya pada hobi berjudi pada satu hari tidak berselang lama setelah kelahiran anak laki-lakinya. uang dari hasil berjudi itu sangat cukup untuk membeli rumah baru dan seisinya,  bahkan ia berniat membuka usaha dagang dan membuat pesta untuk meresmikan tempat usahanya yang menjadi satu dengan rumahnya. Pesta yang dihadiri oleh orang-orang penting di daerah itu berjalan meriah, tetapi di balik kemeriahan pesta itu terdapat kesedihan yang terpendam di hati Maemunah yang pada saat itu berusia 9 tahun. Maemunah dan kakaknya seolah-olah dijadikan pembantu atau pelayan bagi semua orang yang hadir di pesta tersebut, tak jarang ia jadi bahan olok-olokan bagi ayah dan teman2 “penting”nya.
Usaha ayah Maemunah mengalami kemajuan, semakin lama semakin berkembang, tiap hari pelanggan di toko ayah maemunah tidak pernah sepi. Tetapi berkelimpahan harta seringkali tidak  membuat orang menjadi lebih baik, ayah maemunah semakin larut dengan hobi berjudinya, bahkan ia sering pulang larut malam dengan kondisi mabuk berat dari tempat berjudi. Suatu malam ayah maemunah pulang dengan kondisi mabuk berat dan ditemani oleh dua orang wanita penghibur. Mereka memasuki pintu rumah dengan tertawa bergembira ria, suara mereka membuat seisi rumah terbangun. Ibu maemunah yang melihat pemandangan tidak enak itu segera menghampiri suaminya untuk mengusir para wanita penghibur, tetapi ayahnya menolak keras. Terjadi pertengkaran mulut yang hebat berujung kepada kekerasan. Ayah maemunah memukul ibunya dengan keras sampai tidak sengaja mengenai sebuah lilin yang menyala, dan jatuh di dekat bahan yang mudah terbakar. Api menyambar begitu cepat, membakar tubuh ibu maemunah dan apa saja yang berada didekatnya. Para pembantu berusaha memadamkan api, tetapi api sudah membesar dan sangat sulit untuk dipadamkan. Maemunah yang dari tadi menyaksikan kejadian itu hanya diam terpaku tanpa bisa berbuat apa-apa, tiba-tiba tangannya ditarik oleh kakaknya yang sedang mengendong adik laki-laki mereka yang menangis. Dengan masih ditarik tangannya oleh kakaknya, Maemunah dan seluruh orang yang berada di dalam rumah itu berlari menuju halaman depan rumah. Ayahnya yang berhasil diselamatkan menangis dan berteriak-teriak memanggil istrinya yang mati terbakar berikut dengan rumah dan seisinya, ia sangat sedih dan terpukul akan kejadian itu, dalam hatinya ia menyalahkan kesialan yang dibawa oleh kedua anak perempuannya. Ketika ia berpaling kearah kakak maemunah ia melihat anak laki-lakinya masih selamat dalam gendongan anak perempuannya itu. Tanpa basa-basi ia merebut bayi itu dari gendongan kakak maemunah seolah-olah dia takut kesialan yang ditimbulkan oleh kedua anak perempuannya itu menular pada anak laki-lakinya.
Hari itu terik matahari seolah membakar apa saja yang berada dibawahnya. Maemunah dan kakaknya berjalan bergandengan tangan sambil terseok-seok karena haus dan lapar, di depan tampak ayah maemunah berjalan sambil menggendong anak laki-lakinya sambil sesekali melihat kebelakang dan kemudian memarahi kedua putrinya karena masih membuntutinya saja.
 Sampai di suatu dermaga ayah maemunah melihat ada kerumunan orang yang sedang mengikuti pelelangan wanita-wanita dari berbagai ras yang di jual oleh seorang saudagar/pelayar. Timbul niat jahat dari ayahnya untuk menjual maemunah dan kakaknya ke saudagar/pelayar itu. Setelah saling tawar-menawar dengan saudagar itu ayah maemunah menyusun rencana untuk menjebak maemunah dan kakaknya agar mau ikut dengan saudagar itu. Ayah maemunah memanggil dua putrinya untuk menghampirinya. Ia menjelaskan kepada mereka bahwa ada seseorang yang sangat baik mau memberikan mereka tempat tinggal dan makan. Orang itu mengundang mereka kedalam kapalnya untuk makan bersama. Di dalam ruangan mewah milik saudagar itu mereka berbincang-bincang dengan santai sambil menyantap hidangan lezat yang tersedia di meja makan, tidak berapa lama kemudian ayah maemunah pamit untuk keluar sebentar dengan alasan bayi laki-lakinya menangis membutuhkan udara segar, padahal bayi laki-laki itu menangis karena dicubit oleh ayahnya sendiri. Maemunah dan kakaknya masih menunggu di dalam kapal saudagar itu, tapi semakin lama semakin suara tangisan adiknya seolah menjauh dan menghilang. Kekuatiran berkecamuk dihati mereka, apalagi ditambah sorot mata yang semain mencurigakan dari saudagar itu, dengan santai saudagar itu mencoba menenangkan mereka dengan menjelaskan bahwa mereka dijual ayah mereka dengan harga tinggi, jadi mereka jangan bertindak macam-macam, jika mereka baik kelakuannya maka berkesempatan untuk dijadikan istri oleh saudagar itu. Kontan saja mereka panik dan kemudian berusaha keluar dari ruangan itu, tetapi usaha itu di tahan oleh saudagar bejat tersebut, dengan reflek kakak maemunah mengambil botol yang ada didekatnya dan kemudian memukulkannya ke kepala saudagar tersebut sampai pecah. Akhirnya meraka bisa keluar dari ruangan tersebut, tetapi sesampainya disana mereka terkejut bukan kepalang karena kapal sudah jalan menjauhi dermaga, mereka memanggil-manggil ayahnya dari kejauhan, tetapi ayahnya cuek sambil berjalan menjauhi dermaga. Saudagar bejat keluar dari ruangannya sambil memegangi kepalanya yang terus berdarah kemudian ia memerintahkan para awak kapal  memenangkap maemunah dan kakaknya, mereka berontak dan menangis, tetapi apa daya kekuatan para awak kapal yang bertubuh kekar diatas kekuatan mereka, dan akhirnya dengan tangan dan kaki terikat mereka di masukan kedalam lambung kapal yang berisi para wanita dagangan saudagar itu.
Berbulan-bulan mereka dilambung kapal dengan hanya sesekali di beri makan dan minum. Mereka tampaknya dapat berinteraksi baik dengan sesama tawanan. Maemunah yang sebelumnya muntah-muntah karena mabuk laut telah berangsur-angsur baik oleh karena perawatan kakaknya dan sesama tawanan wanita lainnya. Suatu saat seorang awak kapal yang mabuk masuk kedalam lambung kapal ia hendak memperkosa kakaknya, tetapi di cegah oleh maemunah, ia mendapatkan pukulan keras dari awak kapal tersebut, dan akhirnya setelah dipegangi oleh tawanan lainnya karena mereka kwatir maemunah akan dilukai lebih parah, awak kapal itu dengan beringas memperkosa kakak maemunah di depan matanya sendiri. Mendadak maemunah muntah-muntah karena mabuk laut yang belum sembuh benar dicampur rasa benci dan jijik akan kelakuan awak kapal yang memperkosa kakaknya. Di dalam hatinya berkecamuk rasa marah, dendam, sedih, bercampur aduk tidak karuan. Dia berusaha menahan tangis yang sangat kuat mendera pelupuk matanya agar terlihat kuat dimata kakaknya sehingga kakaknya ikut tabah menjalani cobaan yang teramat berat itu. Sungguh kejadian yang luar biasa di mana seorang anak berumur 9 tahun bisa berusaha sekuat tenaga untuk tetap tabah menjalani derita yang amat sangat.
                   BERSAMBUNG........